Foto Press rilis

Kegiatan Ngobrol Asik bareng LKI (Ngobral) edisi ke-6 yang merupakan salah satu kegiatan rutin dari Lembaga Kegiatan Islam (LKI), khususnya dari Bidang Dakwah, diselenggarakan pada hari senin, 20 Oktober 2014 di Public Space 3, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sebelas Maret Surakarta (FISIP UNS) pada pukul 16.00 WIB.

Kegiatan yang dikemas dalam bentuk diskusi ini mengangkat tema “Gerakan Intelektual Islam dalam Menyongsong Era Post Islamisme”, dengan menghadirkan beberapa pembicara dari beberapa pergerakan yang berlatar belakang islam dan mewarnai kegiatan di UNS seperti Himpunan Muslim Indonesia (HMI), Ikatan Muslim Muhammadiyah (IMM), dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI).

Pembacaan quran menjadi awal dari ngobral yang dinikmati oleh peserta dengan khidmat. Para peserta diskusi pun dijamu dengan makanan ringan yang dapat disantap. Kegiatan diskusi diawali dengan mengenalkan Post Islamisme kepada peserta diskusi oleh tiap pembicara dan di awali oleh Putri, pembicara dari HMI yang juga merupakan mahasiswa dari FISIP UNS 2010. Putri menjelaskan bagaimana pergerakan islam saat ini hingga munculnya wacana seperti anti demokrasi dan lainnya.

Pembicara selanjutnya adalah Zulfi, yang merupakan mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNS 2012 sekaligus pembicara dari pergerakan KAMMI menjelaskan post islamisme dan sejarahnya serta bagaimana kegiatan post islamisme dilakukan oleh kaum muslim di luar sana, salah satu diantaranya adalah Turki. Kemudian, pembicara ketiga adalah Rafika yang juga merupakan mahasiswa UNS dari Fakultas Matematika Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) angkatan 2011 yang mewakili IMM bagaimana IMM bergerak dalam menebar nilai-nilai islam pada masyarakat di sekitar mereka, yang salah satunya adalah dengan mendirikan Pencak Silat Tapak Suci Muhammadiyah.

Antusiasme peserta pada kegiatan ini terlihat, dengan adanya yang bertanya.Salah satupeserta yang bertanya adalah Ainun, mahasiswa FISIP UNS angkatan 2012. Dia menanyakan bagaimana cara dari masing masing pergerakan menghadapi keberagaman pergerakan islam yang memiliki berbagai kecondongan.

Diskusi ini ditutup dengan kesimpulan bahwa hendaknya di masa post islamisme, tiap-tiap pergerakan menggencarkan nilai-nilai islam tanpa terpaku pada perbedaan cara bergerak dari tiap pergerakan. Masih ada masalah bersama yang perlu diselesaikan seperti hedonism serta apatisme dalam masyarakat yang perlu diselesaikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*
= 3 + 7